Dana Umat Nyaris Dialihkan ke Proyek? Baznas Riau Mundur Setelah Disorot Publik

Dana Umat Nyaris Dialihkan ke Proyek? Baznas Riau Mundur Setelah Disorot Publik

PEKANBARU – Rencana penggunaan dana infak sebesar Rp3 miliar oleh Baznas Riau untuk pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi akhirnya batal. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan tekanan dan kritik publik menjadi faktor penentu.

Ketua Baznas Riau, Masriadi Hasan, menyatakan bahwa pihaknya memilih mundur setelah melakukan evaluasi terhadap polemik yang berkembang.

“Melihat dinamika yang ada, kami memutuskan tidak melanjutkan keterlibatan,” ujarnya.

Sebelumnya, Baznas berdalih bahwa proyek jembatan tersebut memiliki nilai manfaat bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses daerah terpencil dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Bahkan, dana infak disebut memiliki fleksibilitas untuk mendukung kepentingan umum, termasuk pembangunan infrastruktur.

Namun argumen itu justru menuai kritik tajam. Publik mempertanyakan arah kebijakan Baznas yang dinilai berpotensi keluar dari mandat utama: membantu langsung masyarakat miskin dan kelompok rentan.

Sorotan juga mengarah pada langkah Baznas yang sempat menyerahkan dana secara simbolis, memicu pertanyaan serius soal kehati-hatian, transparansi, dan sensitivitas terhadap amanah dana umat.

Meski Baznas mengklaim telah melakukan kajian syariat termasuk mempertimbangkan lokasi dan dampak sosial fakta bahwa keputusan akhirnya dibatalkan menunjukkan adanya tekanan moral dan krisis persepsi yang tidak bisa diabaikan.

“Kami mengutamakan kehati-hatian dan menjaga kepercayaan publik,” tegas Masriadi.

Kasus ini menjadi pengingat keras: pengelolaan dana umat bukan sekadar soal boleh atau tidak secara aturan, tetapi soal kepantasan, prioritas, dan kepercayaan.

Pertanyaannya kini terbuka lebar jika tidak disorot publik, apakah dana infak benar-benar akan digunakan untuk proyek infrastruktur?***MDn

#Polda Riau #Baznas Riau #Dana Baznas Riau