Wapresma UIN Suska Riau Kritik Klaim "BBM Aman": "Antrean Panjang dan Harga Eceran Naik, Aman Bagi Siapa?"

Wapresma UIN Suska Riau Kritik Klaim

PEKANBARU – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang masih melanda sejumlah wilayah di Riau kembali menuai kritik keras. Wakil Presiden Mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Mhd. Hadi Wahyudi, menilai pernyataan sejumlah pejabat yang menyebut kondisi distribusi BBM di Riau aman justru bertolak belakang dengan realitas yang dirasakan masyarakat setiap hari.

Menurut Hadi, hingga saat ini warga masih harus mengantre panjang di berbagai SPBU sejak pagi hari demi mendapatkan BBM. Di saat yang sama, harga BBM eceran di sejumlah titik juga dilaporkan mengalami kenaikan signifikan.

“Pernyataan bahwa kondisi BBM di Riau aman patut dipertanyakan. Sebab realitas yang dirasakan masyarakat justru menunjukkan sebaliknya. Dari pagi masyarakat mengantre panjang di SPBU, sementara harga BBM eceran terus meningkat. Maka pertanyaannya, aman bagi siapa?” tegasnya.

Ia menyoroti pernyataan sejumlah pejabat, mulai dari Menteri ESDM, Kapolda, hingga Gubernur, yang sebelumnya menyampaikan bahwa distribusi BBM berada dalam kondisi terkendali. Namun, menurutnya, pemerintah seharusnya lebih objektif membaca fakta di lapangan dan tidak sekadar membangun narasi normatif yang dapat menyesatkan persepsi publik.

“Kalau distribusi benar-benar aman, masyarakat tidak mungkin kesulitan mendapatkan BBM untuk aktivitas sehari-hari. Fakta di lapangan menunjukkan ada persoalan serius dalam tata kelola distribusi dan pengawasan,” ujarnya.

Hadi juga mendesak pemerintah pusat maupun daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi BBM di Riau. Ia meminta aparat dan pihak terkait memastikan tidak ada dugaan permainan distribusi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Menurutnya, persoalan kelangkaan BBM tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kebutuhan dasar masyarakat.

“Negara tidak boleh abai. Persoalan ini menyangkut kebutuhan hidup masyarakat luas. Pemerintah harus hadir dengan solusi konkret agar krisis seperti ini tidak terus berulang,” katanya.

Sebagai representasi mahasiswa, Hadi menegaskan pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga pemerintah benar-benar mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan krisis distribusi energi di Riau.

“Mahasiswa akan terus mengawasi dan menyuarakan kepentingan rakyat. Persoalan BBM bukan sekadar distribusi energi, tetapi soal kehadiran negara dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat,” tutupnya.***MDn

#Riau Darurat BBM #Krisis Minyak #Mahasiswa UIN