Rakyat Geram! F-PEMAPHU Gempur Kepemimpinan Bupati Siak: Tuduh Pemerintahan Dikuasai Kroni dan Keluarga

Rakyat Geram! F-PEMAPHU Gempur Kepemimpinan Bupati Siak: Tuduh Pemerintahan Dikuasai Kroni dan Keluarga

Siak, 5 Februari 2026 — Gelombang kemarahan rakyat pecah di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Siak. Forum Pemuda dan Mahasiswa (F-PemapHu) menggelar aksi terbuka mengecam kepemimpinan Bupati Siak yang dinilai telah menyimpang dari amanah rakyat dan lebih mengabdi pada kepentingan keluarga serta lingkaran kekuasaan.

Dalam orasi lantang dan spanduk protes, massa menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap kepala daerah semakin runtuh. Mereka menuding berbagai kebijakan strategis pemerintah daerah tidak lahir dari kebutuhan masyarakat, melainkan dari kepentingan kelompok tertentu yang dekat dengan pusat kekuasaan.

Korlap aksi, Aryansyah, menegaskan bahwa rakyat sudah muak dengan retorika tanpa bukti nyata.

“Pemerintahan hari ini sibuk membangun citra, tetapi abai terhadap penderitaan rakyat. Kebijakan yang lahir bukan untuk kesejahteraan umum, melainkan untuk mengamankan kepentingan kroni dan keluarga,” tegas Aryansyah di hadapan massa.

Kepemimpinan Dinilai Kehilangan Legitimasi Moral

F-PemapHu menilai Bupati Siak telah kehilangan legitimasi moral sebagai pemimpin publik. Transparansi dinilai semakin kabur, ruang kritik dipersempit, dan pengambilan keputusan berlangsung tertutup tanpa partisipasi masyarakat.

Menurut mereka, kondisi ini membuka ruang besar bagi konflik kepentingan, penyalahgunaan wewenang, serta praktik nepotisme yang berpotensi merusak tata kelola pemerintahan daerah.

Empat Tuntutan Keras Rakyat

Dalam aksi tersebut, F-PemapHu menyampaikan empat tuntutan utama:

Pertama, hentikan praktik nepotisme dan kronisme serta buka seluruh data kebijakan yang berpotensi konflik kepentingan.

Kedua, berhenti mengatasnamakan rakyat jika kebijakan justru menyengsarakan masyarakat luas.

Ketiga, buka ruang dialog publik yang jujur dan terbuka dengan melibatkan warga terdampak.

Keempat, reformasi total sistem pengambilan keputusan pemerintahan agar transparan, akuntabel, dan berpihak pada rakyat kecil.

Aksi Damai, Tekanan Publik Menguat

Aksi berlangsung tertib di bawah pengamanan aparat keamanan. Meski damai, tekanan politik yang disampaikan massa sangat tegas.

Aryansyah menutup orasi dengan peringatan keras:

“Kesabaran rakyat ada batasnya. Jika kekuasaan terus tuli terhadap jeritan masyarakat, perlawanan akan terus membesar.”***MDn

#Demo Bumi Siak Pusako #F PEMAPHU