Yogyakarta — Sejarah kembali ditulis di tubuh Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta (IPR-Y). Melalui Musyawarah Istimewa yang digelar pada Minggu, 08 Januari 2026, organisasi pelajar tertua dan paling berpengaruh asal Riau di perantauan ini secara sah dan demokratis menetapkan M. Rafsan Jzani sebagai Ketua Umum IPR-Y Periode 2026.
Pemilihan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan penegasan arah baru perjuangan. Di tengah tantangan fragmentasi gerakan pelajar dan melemahnya daya tawar organisasi daerah, IPR-Y memilih sosok dengan rekam jejak kepemimpinan, nalar kritis, dan keberanian moral untuk memulihkan marwah organisasi.
Rafsan, mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), dikenal sebagai kader yang matang secara ideologis dan organisatoris. Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini bukan nama baru dalam gelanggang gerakan mahasiswa. Ia pernah memimpin IPR-Y Komisariat Kampar (2022–2023) dan dipercaya menjadi Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa UII Periode 2024–2025 melalui kontestasi Pemilwa Raya, sebuah mandat yang menegaskan legitimasi kepemimpinannya di tingkat universitas.
Dalam pidato politiknya, Rafsan menyampaikan visi besar yang menjadi ruh kepemimpinannya:
“Meneguhkan bargaining position IPR-Y sebagai organisasi berbasis nilai dan progresif, melalui restrukturisasi dan revitalisasi perjuangan organisasi.”
Ia menegaskan bahwa IPR-Y tidak boleh terjebak dalam rutinitas seremonial, apalagi kehilangan nyali sebagai organisasi perjuangan. Sejak berdiri pada 1952, IPR-Y telah menjadi barometer gerakan pelajar daerah dan posisi historis itu, menurut Rafsan, harus direbut kembali.
Restrukturisasi organisasi dan revitalisasi perjuangan, lanjutnya, bukan sekadar jargon, tetapi amanat konstitusional sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar IPR-Y: bertanggung jawab kepada masyarakat, daerah, bangsa, dan agama. Dalam kerangka itu, penguatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia menjadi agenda utama, melalui program akademik, pengembangan kapasitas kader, hingga gerakan sosial yang berdampak nyata.
Sebagai nahkoda baru, Rafsan mengajak seluruh komisariat dan lembaga IPR-Y untuk mengikatkan diri dalam Fakta Integritas, sebuah komitmen moral dan politik untuk menjaga solidaritas, kolektivitas, dan disiplin perjuangan. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan ini adalah amanah besar untuk mempersatukan seluruh mahasiswa Riau di Yogyakarta dalam satu barisan perjuangan.
Lebih jauh, Rafsan menegaskan peran strategis IPR-Y sebagai jembatan aspirasi mahasiswa Riau di perantauan, sekaligus sebagai kekuatan penekan agar suara mereka didengar hingga ke Pemerintah Provinsi Riau. IPR-Y, menurutnya, harus kembali menjadi subjek, bukan pelengkap dalam percakapan kebijakan daerah.
Menutup pidatonya, Rafsan menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah menyukseskan Musyawarah Istimewa. Dengan nada tegas dan penuh keyakinan, ia mengakhiri dengan semboyan yang kini menjadi panji perjuangan baru:
“IPR-Y Berkibar Berbudaya, Berkarakter, Tumbuh Bersama.”***MDn
#IPR - Y #Mahasiswa Riau Yogyakarta