BINJAI — Kematian tragis Risyanto alias Tenggo bukan lagi sekadar kasus kriminal. Ini telah berubah menjadi simbol tumpulnya hukum ketika bukti sudah terang, namun keadilan justru berjalan dalam gelap.
Rekaman video penganiayaan beredar luas. Wajah-wajah terduga pelaku tampak jelas. Aksi brutal terjadi tanpa tedeng aling-aling. Namun hingga hari ini, Satreskrim Polres Binjai seolah kehilangan arah.
Hanya satu tersangka ditangkap. Itu pun diduga bukan pelaku utama.
Pertanyaannya sederhana: apa yang sebenarnya menghambat penegakan hukum?
“Pelaku Utama Tak Tersentuh, Siapa yang Melindungi?”
Desas-desus keterlibatan oknum dari organisasi kepemudaan (OKP) semakin menguat. Nama seorang Ketua Satgas berinisial JKR ikut terseret dalam pusaran kasus. Namun anehnya, belum ada langkah tegas yang terlihat.
Publik mulai berspekulasi:
Apakah hukum sedang diperlambat?
Atau lebih jauh apakah ada kekuatan yang sedang bermain di belakang layar?
Sorotan tajam pun mengarah ke Kapolres Binjai, Mirzal Maulana. Dalam kasus dengan bukti sejelas ini, lambannya proses hukum memunculkan satu hal yang paling berbahaya: hilangnya kepercayaan publik.
“Kalau video saja tidak cukup untuk menangkap pelaku utama, lalu apa lagi yang dibutuhkan?” suara publik yang kini berubah dari kecewa menjadi curiga.
“Dari Cekcok Biasa ke Pembantaian Jalanan”
Peristiwa bermula dari konflik kecil antara korban dan pria berinisial KB. Namun konflik itu dengan cepat berubah menjadi aksi kekerasan terorganisir.
KB memanggil KS. Sejumlah orang datang. Dugaan keterlibatan oknum OKP pun mencuat. Yang terjadi kemudian bukan lagi perkelahian melainkan pembuhuhan.
Korban dikejar. Diserang dengan senjata tajam. Berusaha kabur. Dikejar lagi. Dihabisi secara brutal. Belum cukup sampai di situ.
Dalam kondisi kritis, korban diduga masih mengalami kekerasan sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa ke OG Hospital. Namun semua sudah terlambat. Korban tiba dalam keadaan tak bernyawa.
Lebih tragis lagi jasadnya ditinggalkan begitu saja di dalam bagasi mobil. Seolah nyawa manusia tak lebih dari barang buangan.
“Ini Ujian: Hukum Masih Tajam atau Sudah Mati?”
Kasus ini kini bukan hanya tentang siapa membunuh Tenggo. Ini tentang apakah hukum di negeri ini masih punya nyali. Masyarakat dan keluarga korban mendesak: usut tuntas, buka semua nama, tangkap aktor utama siapa pun dia. Karena jika kasus seterang ini saja bisa mandek, maka publik berhak bertanya: apakah hukum masih berdiri tegak, atau sudah berlutut di hadapan kekuasaan?***MDn
#Kapolres Binjai #Pembunuhan Tenggo #Tenggo Binjai