Di Balik Apresiasi dan Janji Kesejahteraan, Dugaan Pungli Bayangi Rekrutmen Pasukan Kuning Pekanbaru

Di Balik Apresiasi dan Janji Kesejahteraan, Dugaan Pungli Bayangi Rekrutmen Pasukan Kuning Pekanbaru

WARTARAKYAT - Pekanbaru, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menggelar silaturahmi bersama para petugas kebersihan dan pasukan kuning dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Dinas Perumahan dan Permukiman, Minggu (15/2/2026) petang.

Dalam suasana penuh kehangatan, Wali Kota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas kebersihan yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga wajah kota. Ia menegaskan, perubahan signifikan kondisi kebersihan Pekanbaru tidak terlepas dari kerja keras pasukan kuning di lapangan.

Menurutnya, jika sebelumnya kota ini sempat berstatus darurat sampah, kini persoalan tersebut telah tertangani dengan baik berkat kolaborasi dan dedikasi seluruh petugas.

“Keberhasilan ini bukan hasil kerja pribadi, melainkan buah dari kerja keras seluruh petugas kebersihan di lapangan,” ujar Agung Nugroho.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pembayaran gaji yang sempat terjadi. Ia menegaskan keterlambatan tersebut dipicu oleh proses administrasi, bukan unsur kesengajaan.

“Insyaallah akan segera kita bayarkan, dan kita pastikan Bapak Ibu akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar satu bulan gaji,” katanya, disambut riang para petugas.

Sebagai bentuk perhatian tambahan, Pemerintah Kota Pekanbaru bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp200.000 kepada setiap petugas kebersihan.

Tak hanya itu, Kota Pekanbaru saat ini tengah mengikuti penilaian penghargaan Adipura. Wali Kota berjanji akan menaikkan gaji petugas kebersihan apabila penghargaan tersebut kembali diraih.

“Saya berjanji akan menaikkan gaji seluruh petugas kebersihan apabila Kota Pekanbaru kembali meraih Adipura,” tegasnya.

Menjelang bulan suci Ramadan, Agung mengajak seluruh jajaran untuk menjaga integritas dalam bekerja, tidak saling menjatuhkan, serta menjauhi praktik pungutan liar.

Namun di tengah komitmen tersebut, mencuat dugaan adanya praktik pungutan liar dalam proses rekrutmen petugas kebersihan. Informasi yang diterima media ini menyebutkan adanya permintaan uang sebesar Rp1 juta hingga Rp2 juta per orang kepada calon petugas sebagai syarat agar dapat diterima bekerja.

Dugaan ini diungkapkan oleh seorang ibu rumah tangga berinisial PW, yang menyatakan  bahwa calon petugas diwajibkan “menyetor” sejumlah uang jika ingin direkrut. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai dugaan tersebut.

Apabila benar terjadi, praktik tersebut jelas bertentangan dengan semangat transparansi dan integritas yang disampaikan Wali Kota dalam forum silaturahmi tersebut. Publik pun berharap adanya penelusuran menyeluruh dan langkah tegas guna memastikan proses rekrutmen berjalan bersih, adil, dan bebas dari pungutan liar.

Silaturahmi yang semula menjadi momentum apresiasi dan harapan baru bagi pasukan kuning, kini juga menjadi pengingat bahwa komitmen terhadap integritas harus dibuktikan dengan pengawasan yang nyata.***MDn

#Kota Pekanbaru #Pungli Perugas Kebrsihan Pekanbaru #Petugaa Kebersihan Pekanbaru