Gubernur Wahid; Banyak Keterangan Bohong, Semoga Allah Membalasnya

Gubernur Wahid; Banyak Keterangan Bohong, Semoga Allah Membalasnya

PEKANBARU — Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, melontarkan bantahan keras dalam sidang lanjutan dugaan praktik setoran di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Di hadapan majelis hakim, Wahid menegaskan bahwa sejumlah keterangan saksi tidak sesuai dengan fakta yang ia ketahui. Ia bahkan secara terbuka menyebutnya sebagai kebohongan.

“Saya tidak pernah mengatakan harus taat pada kadis. Ini semua bohong, ini pembohongan,” tegasnya di ruang sidang.

Saksi Dipertanyakan, Tak Pernah Konfirmasi

Wahid menyoroti tidak adanya upaya klarifikasi langsung dari para saksi, meski mereka mengaku mengalami tekanan dalam jabatan.

Ia mencontohkan pertemuan dengan Ardi pada Agustus lalu di kediamannya, yang menurutnya hanya membahas rekomendasi jabatan, tanpa sedikit pun menyinggung soal setoran.

“Kalau memang ada tekanan, kenapa tidak ditanyakan langsung saat itu?” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan sikap para saksi yang mengaku terancam, namun tidak pernah melapor kepada dirinya sebagai pimpinan tertinggi.

“Secara logika, orang yang terancam pasti mencari perlindungan. Kenapa tidak pernah ke saya?” katanya.

Klaim Sudah Melarang Setoran

Dalam pembelaannya, Wahid menyatakan dirinya justru telah lebih dulu melarang praktik pemberian uang di lingkungan pemerintahan.

Larangan tersebut, menurutnya, disampaikan melalui surat resmi serta pesan pribadi kepada jajaran ASN.

“Saya sudah melarang. Ada suratnya, bahkan saya sampaikan lewat WhatsApp,” tegasnya.

Isu ‘Matahari Satu’ Diluruskan

Wahid juga meluruskan polemik istilah “matahari satu” yang sempat dipersoalkan dalam persidangan.

Ia menjelaskan, istilah itu merujuk pada prinsip kepemimpinan tunggal dalam pemerintahan, bukan dalam konteks penyimpangan.

Pernyataan tersebut, kata dia, sejalan dengan pesan dari Syamsuar agar tidak terjadi dualisme kekuasaan di Riau.

“Tidak boleh ada dua pusat kekuasaan. Itu bisa merusak pemerintahan,” ujarnya.

Sidang Dinilai Seolah ‘Disetting’

Lebih jauh, Wahid menilai rangkaian tuduhan terhadap dirinya terkesan tidak berdiri sendiri.

Menurut saya, ini seperti disetting,” katanya.

Ia juga menyinggung dugaan dramatisasi terhadap sejumlah peristiwa, termasuk inspeksi mendadak ke kantor Bappeda yang disebut seolah-olah sebagai rapat resmi.

“Saya datang tidak sampai 15 menit, tapi diframing seolah-olah rapat besar,” ungkapnya.

Selain itu, ia membantah isu pengumpulan telepon genggam dalam pertemuan di rumah dinas serta memastikan beberapa nama yang disebut tidak pernah mengikuti rapat resmi yang ia pimpin.

Penutup Keras: Serahkan pada Allah

Di akhir keterangannya, Wahid menyampaikan pernyataan keras bernuansa moral atas tuduhan yang diarahkan kepadanya.

“Jika mereka berbohong, saya minta Allah SWT yang membalasnya,” ucapnya.

Ia menegaskan seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak sesuai dengan fakta yang ia ketahui selama menjabat.***MDn

#Provinsi Riau #Riau #Abdul Wahid #Sidang riau